Roma, Italia – Justice, Peace and Integrity of Creation (JPIC) OFM Papua berpartisipasi dalam Kursus Internasional JPIC OFM 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Umum JPIC Ordo Fratrum Minorum (OFM) bekerja sama dengan Universitas Kepausan Antonianum (PUA), Roma, pada 18–24 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 800 tahun Kidung Saudara Matahari (Canticle of the Creatures) dan 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus dari Assisi.
Kursus internasional tersebut mempertemukan para animator JPIC, anggota Keluarga Fransiskan, kaum awam, dan kaum muda dari berbagai negara untuk memperdalam pemahaman mengenai misi keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan dalam menghadapi berbagai tantangan global dewasa ini.
Mengusung tema “From the Canticle of the Creatures to the Easter of St. Francis of Assisi”, kursus ini bertujuan memperkuat kapasitas para peserta dalam membaca tanda-tanda zaman dan merespons berbagai persoalan dunia melalui perspektif Injil dan spiritualitas Fransiskan.

Selama satu minggu, para peserta mengikuti berbagai sesi pembelajaran, refleksi, diskusi kelompok, dan pertukaran pengalaman yang berfokus pada tiga prioritas utama JPIC OFM, yaitu keadilan bagi migran dan pengungsi, pembangunan perdamaian di tengah dunia yang dilanda konflik, serta perlindungan dan pemulihan keutuhan ciptaan.
Dalam pembahasan mengenai migrasi, peserta diajak memahami meningkatnya jumlah migran dan pengungsi akibat perang, kemiskinan, ketidakadilan ekonomi, serta dampak perubahan iklim. Perspektif Fransiskan menekankan pentingnya penghormatan terhadap martabat manusia dan solidaritas dengan mereka yang terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya.
Sementara itu, tema pembangunan perdamaian mengangkat tantangan dunia yang semakin ditandai oleh konflik bersenjata, polarisasi sosial, dan berbagai bentuk kekerasan. Melalui teladan Santo Fransiskus, para peserta diajak melihat perdamaian sebagai proses yang dibangun melalui dialog, rekonsiliasi, dan penghormatan terhadap martabat setiap pribadi.
Krisis ekologis juga menjadi perhatian utama dalam kursus ini. Berbagai sesi membahas dampak perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, deforestasi, dan eksploitasi sumber daya alam yang mengancam masa depan bumi sebagai rumah bersama. Dalam spiritualitas Fransiskan, perlindungan lingkungan dipahami sebagai bagian integral dari iman dan tanggung jawab moral terhadap ciptaan.
Selain mengikuti kegiatan akademik dan reflektif di Roma, para peserta juga melakukan ziarah ke Assisi, tempat kelahiran dan pelayanan Santo Fransiskus. Kunjungan ke Porziuncola, Basilika Santo Fransiskus, dan situs-situs Fransiskan lainnya memberikan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai akar spiritualitas yang melandasi pelayanan JPIC di seluruh dunia.
Kehadiran JPIC OFM Papua dalam forum internasional ini menjadi kesempatan berharga untuk memperluas jaringan kerja, belajar dari pengalaman berbagai negara, serta memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat Papua. Berbagai isu yang dibahas dalam kursus memiliki relevansi yang kuat dengan konteks Papua, khususnya yang berkaitan dengan hak-hak masyarakat adat, pembangunan perdamaian, keadilan sosial, dan perlindungan lingkungan hidup.
Partisipasi dalam Kursus Internasional JPIC OFM 2026 juga menegaskan kembali komitmen JPIC OFM Papua untuk terus mengembangkan pelayanan yang berpihak kepada kelompok-kelompok rentan, memperkuat budaya dialog dan rekonsiliasi, serta menjaga keutuhan ciptaan sebagai bagian dari panggilan Fransiskan dalam menghadirkan harapan di tengah berbagai tantangan zaman.
Melalui semangat Santo Fransiskus dari Assisi, JPIC OFM Papua terus didorong untuk menjadi sarana persaudaraan, keadilan, perdamaian, dan kepedulian terhadap rumah bersama demi terwujudnya kehidupan yang lebih bermartabat bagi seluruh masyarakat Papua.