Tentang Kami

Sejarah JPIC OFM Papua

“Perjalanan panjang memperjuangkan keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan”

Tentang Kami

Sejarah JPIC Papua

JPIC OFM Papua lahir dari rahim perjuangan rakyat Papua. Selama lebih dari dua dekade, kami telah berdiri bersama mereka yang terpinggirkan, menyuarakan kebenaran di tengah kesunyian.

Perjalanan Kami

JPIC OFM Papua lahir dari rahim perjuangan rakyat Papua. Selama lebih dari dua dekade, kami telah berdiri bersama mereka yang terpinggirkan, menyuarakan kebenaran di tengah kesunyian.

1 Juli 1998
Pendirian SKP Jayapura

SKP Jayapura didirikan dengan tujuan memberikan pelayanan sosial pastoral kepada masyarakat Papua secara umum dan secara khusus kepada umat Katolik di Keuskupan Jayapura. Pelayanan ini bertujuan untuk menyebarluaskan Injil Tuhan Yesus Kristus serta ajaran Gereja Katolik mengenai martabat manusia.

1 Januari 2010
Perubahan Nama Menjadi SKPKC Fransiskan Papua

SKP Keuskupan Jayapura resmi berubah status dan nama menjadi SKPKC Fransiskan Papua. Lembaga ini kemudian dikelola oleh Kustodi Fransiskus Duta Damai Papua.

1 Januari 2025
Perubahan Nama Menjadi JPIC OFM Papua

Berdasarkan hasil pertemuan Kapitel OFM pada akhir tahun 2024, SKPKC Fransiskan Papua kembali mengalami perubahan nama menjadi Justice, Peace, and Integrity of Creation Ordo Fratrum Minorum (JPIC OFM) Papua sebagai bagian dari penguatan identitas dan misi pelayanan.

Spiritualitas Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan

Berakar pada panggilan Gereja untuk menghadirkan kasih Allah di tengah dunia. Paus Paul VI menggambarkan misi keadilan dan perdamaian sebagai tugas untuk menjaga agar mata Gereja tetap terbuka, hati tetap peka, dan tangan siap melayani

Mata yang terbuka

Mengajak kita untuk peka terhadap realitas dunia: mendengarkan jeritan mereka yang menderita, membaca tanda-tanda zaman, dan melihat kehidupan dengan terang Injil. Dalam iman kepada Kristus yang hadir di tengah kaum miskin dan tersingkir, kita dipanggil untuk mengenali karya Roh Allah dalam sejarah manusia

Hati yang peka

Menggerakkan kita untuk tidak hanya mengetahui penderitaan orang lain, tetapi juga merasakannya dengan belas kasih. Spiritualitas Fransiskan mengajak kita hidup solider dengan kaum kecil dan lemah, serta membangun relasi yang nyata dengan mereka yang mengalami ketidakadilan

Tangan yang siap sedia

Berarti mewujudkan kasih Allah melalui tindakan nyata. Kasih Kristiani tidak hanya hadir dalam hubungan pribadi dan pelayanan sosial, tetapi juga dalam komitmen untuk membangun masyarakat yang lebih adil dan damai. Karena itu, JPIC mendorong upaya-upaya yang membela martabat manusia, memperjuangkan keadilan sosial, serta merawat keutuhan ciptaan