Festival Film Papua (FFP) Ke-VIII: ‘Alam dan Kehidupan Manusia Papua’

Pada Sabtu, 25 Juli 2026, bertepat di Sekretariat Nasional Perkumpulan Papuan Voices (PV) di Kota Jayapura, Panitia FFP Ke-VIII dan Badang Pengurus PV Nasional melaksanakan konferensi pers menyongsong pelaksanaan FFP Ke-VIII.

Festival Film Papua merupakan agenda tahunan Perkumpulan Papuan Voices. Festival ini digagas oleh anak-anak muda Papua yang tergabung dalam Perkumpulan Papuan Voices. Festival Film ini telah berjalan sejak tahun 2017. Festival Film Papua menjadi ruang eskpresi bagi generasi muda Papua dalam menceritakan kisah-kisah menarik tentang kehidupan, wilayah adat, budaya, akses terhadap sumber daya alam dan situasi yang dialami masyarakat adat Papua dari masa ke masa melalui film dokumenter.  

Festival Film Papua yang ke VIII akan diselenggarakan dari tanggal 07-09 Agustus 2026 di Asrama Liboran, Padang Bulan,Jayapura,Papua.  Pada FFP ke-VIII ini, Papuan Voices mengangkat tema “Alam dan Kehidupan Manusia Papua”.  Tema ini diangkat dalam rangka mendorong kesadaran masyarakat umum dan secara khusus masyarakat adat Papua untuk menjaga Tanah, sumber daya alam, dan manusia Papua itu sendiri.

Pada tahun 2026 ini ada dua agenda utama dalam FFP yaitu ’Mari Kitong Belajar’ (Workshop) dan ‘Mari Kitong Nonton dan Diskusi Film’ (Pemutaran Film-Film yang sudah dikurasi). Pelatihan atau workshop ini difokuskan pada anak-anak muda Papua atau mereka yang terlibat aktif dalam kampanye dan advokasi isu-isu kekinian di Papua. Sedangkan agenda kedua yakni pemutaran film dipusatkan pada karya film-film terbaru Papuan Voices (PV) yang diproduksi dari tahun 2024, 2025 dan 2026. Pemutaran dan diskusi film ini terbuka untuk umum.

Terkait pemutaran film tidak hanya di Jayapura. Tetapi pemutarannya akan dilakuan secara serentak pada beberapa wilayah kerja Papuan Voices seperti : PV Keerom, PV Wamena, PV Yapen, PV Fakfak, PV Sorong, PV Paniai dan PV Biak.

FFP juga telah menerima karya film dokumenter yang dikirim dari para surtadara film lainnya. Festival film kali ini, mendorong kerja-kerja secara kolaborasi dari berbagai pihak untuk berkontribusi melalui karya – karya film dokumenter tentang Tanah Papua. Film-film yang diputarkan tidak terlepas dari isu lingkungan, sosial budaya, perempuan, anak dan politik di Tanah Papua.

Dari rangkaian kegiatan inti pada FFP VIII. Akan disi dengan hiburan rakyat  oleh seniman dan  aktivis pada hari masyarakat adat se-Dunia,9 Agustus 2026. 

Ajang FFP ini mau mengajak pemuda-pemudi Papua untuk berpikir kritis di tengah situasi dan dinamika kehidupan masyarakat adat yang terus berjuang melawan ancaman deforestasi, eksploitasi sumber daya alam, hilangnya satwa endemik, perubahan iklim. Selain itu juga dengan FFP ini PV dapat membangun jaringan, kampanye, dan pengembangan sumber daya manusia.

Festival ini merupakan media kampanye dan advokasi menyangkut budaya, lingkungan, alam, satwa dan manusia Papua dalam lingkup kehidupan komunitas masyarakat adat. Di dalam kerja-kerjanya, PV mengutakaman keterlibatan masyarakat adat dalam proses pembuatan film-film dokumenter atau melibatkan anak-anak muda Papua. Sebelum membuat film dokumenter biasanya PV membekali peserta dengan pelatihan pembuatan film dari kampung ke kampung kemudian memproduksi film. PV berharap dapat menumbuhkan minat, bakat dan keterampilan di bidang perfilman di Tanah Papua.

Bagikan artikel ini