Sabtu, 08 Agustus 2026, cuaca di Kota Jayapura cerah ceriah. Aktivitas sepanjang Jalan Yakonde, Padang Bulang, Kota Jayapura cukup ramai. Berbagai jenis merek mobil dan motor lalu lalang. Mereka yang memilih berjalan kaki juga mengatur langkah dan nafas yang teratur karena tempat yang dituju terletak di perbukitan. Di kompleks Kampus Sekolah Tinggi Filsafat dan Theologi Fajar Timur (STFT FT), mahasiswa, para dosen, para karyawan atau staf dan panitia sibuk dengan tanggung jawabnya. Ada yang sibuk mengatur parkiran kendaraan, menerima tamu, pengechekan sound system, persiapan Perayaan Ekaristi dan lain sebagainya. Semua kesibukan itu adalah untuk menyukseskan acara Peresmian Operasional dan Pembukaan Kuliah Tahun Akademik 2026-2027 di Universitas Katolik (Unika) Fajar Timur Papua.
“Saya mengucapkan salam hormat kepada semua Bapa Uskup di Tanah Papua dan juga kedua pemimpin Ordo Fransiskan dan Agustinian. Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada utusan perguruan tinggi yang ada di Kota Jayapura, unit-unit karya di bawa Keuskupan Jayapura. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada para pengurus berbagai yayasan yang hadir saat ini. Yang saya hormati para dosen, pegawai, para penderma dan terakhir khusus untuk semua mahasiswa baru dan Alumni STFT FT yang terus mendukung kami. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kota Jayapura dan Bimas Katolik. Selamat datang di tempat ini, tempat lama tetapi rasa baru yakni Unika Fajar Timur Papua”
Sepintas salam pembukaan pidato ilmiah dari Dr. Konstantinus Bahang OFM, Rektor Unika Fajar Timur Papua. Dari perjalanan dan perjuangan yang cukup panjang, STFT Fajar Timur mengalami perubahan nama dan berkembang. Yang semulanya adalah Seminari Tinggi, Akademi Theologi Katolik (ATK), Sekolah Tinggi Theologi Katolik (STTK), STFT Fajar Timur dan Unika Fajar Timur Papua. Di dalam Pidato ilmiahnya, Rektor Unika Fajar Timur Papua Dr. Konstantinus Bahang OFM memulai pidato ilmiahnya dengan pertanyaan mendasar yakni gambaran Unika Fajar Timur ke depannya. Atau bagaimana semua yang terlibat di Unika Fajar Timur merancang perjalanan Unika ke depannya. Pater Kons mengatakan bahwa Unika ini muncul karena pergumulan umat katolik, khususnya yang berada di Keuskupan Jayapura pada saat Sinode Keuskupan Jayapura 2006.
“Pokok penting yang mau disampaikan di dalam pidato ini adalah gambaran Unika ke depannya bagaimana. Kita rancang bagaimana. Unika ini muncul dari pergumulan umat katolik, khususnya yang berada di Keuskupan Jayapura. Sudah sejak tahun 2006, Sinode Keuskupan, kebetulan waktu itu saya ikut. Dan digumuli sesudahnya. Saya juga ikut di dalam komisi pendidikan waktu itu. Unika ini harus jalan. Dasarnya adalah Sinode ini menekankan misi dan didukung oleh awam, basisnya dimana. Tidak semua misi kita percayakan kepada awam tanpa diberi bekal, diciptakan basisnya. Maka Unika itu adalah tempat awam bermisi”
Awam Katolik dan Kaum tertahbis berjalan bersama dalam mengembangkan Unika Fajar Timur Papua. Lebih lanjut P. Kons OFM mengatakan bahwa kalau melihat dokumen-dokumen Gereja Katolik. Di dalam Dokumen Praedicate Evangelium, yang dikeluarkan oleh Paus Fransiskus tahun 2022. Di sini ditekankan bahwa sekolah katolik adalah bagian dari diskateri baru dimana awam dan pendidikan katolik itu mendapat perhatian dari Paus. Dokumen lainnya yang menjadi dasar adalah Ex Corde Ecclesiae. Dokumen ini menekankan agar pengembangan pendidikan katolik di seluruh dunia harus Pendidikan itu harus berada di bawa bimbingan Gereja, datang dari hati Gereja. Sehingga nilai-nilai Gereja, Injili harus menentukan suasana ekosistem kurikulum, cara mengajar dan cara meneliti.
Pernyataan yang disampaikan oleh Rektor Unika Fajar Timur Dr. Konstantinus Bahang OFM ini diperkuat oleh Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Yanuarius T. Matopai You di dalam sambutannya.
“Hari ini bukan hanya sekedar membuka universitas baru, tetapi merupakan tonggak sejarah baru bagi Gereja Katolik dan masyarakat Papua. Hari ini adalah buah dari doa yang dipanjatkan tekun dan perjuangan yang panjang, kerja sama yang tulus. Dan harapan yang terus dipelihara selama bertahun-tahun. Agar hadir sebuah Universitas Katolik yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Manusi Papua. Transformasi nama ini bukanlah hanya sebuah nomenklatur kelembagaan. Melainkan perwujudan kesetiaan Gereja, dalam membaca tanda-tanda zaman serta memperluas pelayanannya melalui pendidikan yang unggul, inklusif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Papua. Seperti di dalam dokumen Gereja Ex Corde Ecclesiae, Universitas Katolik adalah lembaga yang lahir dari hati Gereja. Oleh karena itu universitas ini tidak hanya dipanggil untuk menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk manusia seutuhnya, pribadi yang beriman, berintegritas, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap sesama”
Pada saat ini Unika Fajar Timur Papua meresmikan Fakultas Filsafat dan Theologi yakni S1 Ilmu Theologi dan S2 Theologi Pastoral. Selain itu Fakultas Sains dan Teknologi yakni S1 Farmasi, S1 Teknik Sipil dan S1 Teknik Arsitektur serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis yakni S1 Akuntansi. Perayaan syukur ini dimulai dengan merayakan Ekaristi. Sebagai selebran utama dalam Perayaan Ekaristi adalah Uskup Keuskupan Jayapura Mgr. Yanuarius T. Matopai You yang didampingi oleh P. Agus Tebay Pr dan P. Konstantinus Bahang OFM. Setelah Perayaan Ekaristi, Pembukaan Papan Peresmian Nama, acara dilanjutkan dengan pelantikan Rektor, Wakil Rektor, Dekan atau Kepala di dalam struktur Unika Fajar Timur. Para mahasiswa angkatan pertama di Fakultas Sains dan Teknologi serta fakultas Ekonomi dan Bisnis terlihat bahagia menampilkan yel-yel fakultas masing-masing. Perayaan syukur ini dimeriahkan oleh paduan suara BEM STFT Fajar Timur, Puisi, cerita lucu atau mop ala Papua. Sebagai luapan kegembiraan, mahasiswa, dosen, pegawai, berjoget ria menutupi rangkaian acara syukur hari ini.
Oleh Bernard Koten (JPIC OFM Papua)