JAYAPURA – Penerbit SKPKC Fransiskan Papua bersiap meluncurkan karya literatur terbaru di bidang filsafat kontekstual pada September 2026 ini. Buku ini berjudul Dasar-Dasar Filsafat: Menelusuri Hakikat dan Sistem Pemikiran di Tengah Disrupsi Digital dan Krisis Kemanusiaan di Tanah Papua.
Buku ini merupakan karya mandiri ketiga dari Dr. Ignasius Ngari, seorang filsuf yang konsisten menyalakan api refleksi kritis di tengah zaman yang penuh gejolak. Setelah sebelumnya menulis Budi Ilahi: Menelusuri Pemikiran Filsafat Prof. Nico Dister dan Artifisial Inteligen sebagai Realitas Paradoks: Catatan-Catatan Filsafat, kini ia menghadirkan sebuah karya yang menyatukan fondasi klasik filsafat dengan tantangan kontemporer.
Dengan maksud ganda, buku ini mengajak pembaca untuk mengenal dasar-dasar filsafat sekaligus berlatih berfilsafat. Bagian pertama membuka pintu menuju dunia filsafat dengan uraian tentang hakikat, jenis, metode, serta teknik berfilsafat. Bagian kedua menawarkan sebuah model berfilsafat yang bermatra ganda: teori sekaligus praktik, yang menuntun pembaca untuk berpikir kritis menghadapi disrupsi digital dan krisis kemanusiaan di Papua.
Disusun secara sistematis, buku setebal 370 halaman ini bukan hanya pengantar akademik, melainkan juga sebuah ajakan reflektif. Ia menegaskan bahwa filsafat tetap relevan sebagai ilmu kritis yang mampu memberi arah di tengah derasnya arus teknologi dan kompleksitas persoalan kemanusiaan.
Melalui karya ini, pembaca diajak untuk tidak sekadar memahami teori, tetapi juga menghidupi filsafat sebagai jalan berpikir yang aktual, praktis, dan penuh makna bagi dunia yang sedang berubah.