"Ia hadir bukan untuk menyembuhkan secara medis, melainkan memberikan kasih sejati agar para pasien merasakan kehangatan keluarga dan meninggal dunia sebagai manusia yang dihormati".
Keterlibatan Br.Agustinus Adil OFM dimulai sejak tahun 2004 karena rasa sedihnya melihat diskriminasi ekstrem terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Papua. Beliau membuka pintu Hospice khusus untuk menampung pasien dari keluarga yang sangat miskin atau mereka yang telah ditolak dan dibuang oleh keluarganya sendiri karena stigma penyakit.
Bruder Agustinus Adil, OFM mendedikasikan hidupnya sebagai pelindung dan perawat utama di Hospice Surya Kasih Waena, Jayapura. Melalui pelayanan sunyinya, ia mematahkan diskriminasi sosial dengan merangkul para penderita HIV/AIDS dan kanker stadium akhir yang ditolak serta dibuang oleh lingkungan.