"Saya diorganisir oleh buku-buku. Saya mengerti tentang situasi Papua itu lewat buku-buku".
Esther Haluk adalah seorang akademisi, aktivis dan penulis. Ia gigih mengadvokasi hak-hak perempuan, perlindungan masyarakat adat, serta menentang perampasan lahan di Tanah Papua. ia menggunakan kekuatan pena sebagai medium perlawanan damai untuk menyuarakan penderitaan kaum marjinal di Papua yang kerap terabaikan.
Ester Haluk adalah seorang aktivis, pendidik, dan pekerja gereja asal Papua yang mendedikasikan hidupnya untuk pergerakan kemanusiaan di Papua. Perjuangannya mencakup advokasi HAM melalui jaringan gereja serta sastra, di tengah berbagai tantangan dan risiko keamanan yang ketat.