Hutan Papua bukan sekadar kumpulan pepohonan. Bagi masyarakat adat, hutan adalah ibu yang memberi kehidupan, identitas, dan martabat. Namun, hari ini kita menyaksikan eksploitasi yang masif atas nama pembangunan.
Dalam ensiklik Laudato Si, Paus Fransiskus mengingatkan kita bahwa “semuanya terhubung”. Kerusakan lingkungan di Papua bukan hanya masalah lokal, tetapi luka bagi kemanusiaan global. Kita tidak bisa bicara tentang keadilan sosial tanpa bicara tentang keadilan ekologis.
Perjuangan JPIC OFM Papua adalah memastikan bahwa suara hutan dan suara masyarakat adat didengar. Kita butuh model pembangunan yang tidak mengorbankan masa depan demi keuntungan jangka pendek. Hutan Papua harus tetap menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati dan tempat bernaung bagi anak cucu kita.