Di balik statistik konflik yang sering kita baca, ada wajah-wajah perempuan Papua yang menanggung beban terberat. Mereka adalah para mama yang harus memastikan anak-anak mereka tetap makan di tengah pengungsian, dan para pejuang yang berdiri di garis depan melindungi tanah adat.

Perempuan Papua memiliki resiliensi yang luar biasa. Namun, suara mereka seringkali dikesampingkan dalam proses pengambilan keputusan. Advokasi kami di JPIC berupaya untuk mengangkat suara-suara ini.

Memberdayakan perempuan Papua berarti memperkuat fondasi masyarakat. Ketika perempuan berdaya, seluruh komunitas akan merasakan dampaknya. Mari kita berikan ruang yang layak bagi para penjaga kehidupan ini.