Sejak Tahun 2000
Seri Memoria Passionis ditulis berdasarkan kronik, yang merupakan catatan peristiwa menurut urutan waktu kejadiannya. Kata “kronik” berasal dari bahasa Latin “Chronicus,” yang diambil dari bahasa Yunani “Chronicós,” turunan dari kata “Chronos,” yang berarti waktu. Oleh karena itu, Memoria Passionis adalah karya sejarah yang menceritakan peristiwa-peristiwa di Papua dalam urutan kronologis, disertai analisis terkait dengan pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM).
Dalam konteks ini, Memoria Passionis tidak hanya mengingatkan akan penderitaan dan pelanggaran HAM, tetapi juga merupakan catatan sejarah yang membuktikan keberadaan masyarakat atau bangsa Papua. Tradisi ini mirip dengan kronik masa lalu seperti dinasti-dinasti di China atau Kronik Revolusi Indonesia yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer, Ediati Kamil, dan Koesalah Soebagyo. Memoria Passionis melanjutkan tradisi ini untuk merekam peristiwa di Papua dengan baik dan rapi.
Refleksi atas Memoria Passionis membangun kesadaran akan kesamaan nasib, membentuk karakter dan identitas bangsa. Ingatan akan penderitaan dapat membawa pada pengampunan politik dan keadilan sosial. Ini juga membuka narasi baru, memimpin pada kebebasan untuk beraksi dan misi, serta transformasi. Ingatan masa lalu adalah pendidikan publik yang membantu masyarakat mencegah peristiwa serupa di masa depan. Ini menunjukkan bagaimana konsep mengingat penderitaan dan harapan untuk pemulihan bisa mendorong perubahan sosial dan memperjuangkan keadilan dan hak asasi manusia.
Peneliti, Aktivis HAM, Lembaga Internasional, Pemerintah, dan Masyarakat Umum yang peduli pada isu keadilan, perdamain, dan keutuhan ciptaan di Tanah Papua.
Telah digunakan sebagai rujukan dalam berbagai laporan HAM internasional dan menjadi basis data penting untuk advokasi kebijakan di tingkat nasional.
Justice, Peace And Integrity of Creation Ordo Fratrum Minorum
© 2026 JPIC OFM Papua. Seluruh Hak Dilindungi.