"Penyelesaian masalah Papua harus secara komprehensif dan permanen yaitu dialog. Penyelesaiannya secara sosial maupun secara politik diselesaikan. Itu harapan saya yang paling terakhir dan sebelum mati".
Mgr. Bernardus Bofitwos Baru adalah Uskup Keuskupan Timika. Beliau mencetak sejarah sebagai Orang Asli Papua (OAP) kedua yang dipercaya menjadi uskup di Tanah Papua (setelah Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You di Jayapura), sekaligus menjadi uskup pertama di Papua yang berasal dari Ordo Santo Agustinus (OSA).
Bagi Mgr. Bernardus Bofitwos Baru panggilan menjadi imam bukanlah untuk mencari kenyamanan atau ketenaran, melainkan sebuah komitmen total untuk berpihak pada kaum miskin dan tertindas di Tanah Papua. Perjuangannya mendorong dialog damai dan persolan Papua dilakukan melalui jalur lembaga gereja (KWI).